Total Tayangan Halaman

Rabu, 20 Februari 2013

refleksi elegi

Setelah membaca elegi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem pembelajaran selama ini masih jauh dari yang kita harapkan hasilnya. Seharusnya murid diberi kebebasan untuk mengeksplor bagaimana belajar dengan cara mereka sendiri. Bukan siswa yang terus menjadi boneka dalam ruangan dengan mendengarkan guru mengajar di depan kelas yang selalu mendikte catatan, menjelaskan teori dan materi secara panjang lebar kemudian menuntut para siswa untuk dapat mengerjakan soal yang diberikan. Sehingga tercermin bahwa guru berperan sebagai diktaktor di dalam kelas yang terus menekan murid-muridnya. Berpendapat bahwa murid itu selalu menjadi cawan kosong, padahal mereka juga sudah mengetahui berbagai pengetahuan yang mereka miliki selama proses yang mereka jalani. Akan lebih baik jika guru benar benar mengetahui karakteristik masing-masing murid sehingga akan lebih mudah untuk guru mengetahui perkembangan-perkembangan anak didiknya. Model-model pembelajaranpun harus bervariasi agar murid murid tidak bosan dan berikan ruang konsultasi agar para murid dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Elegi tersebut telah membuka mata para pembaca terutama pembaca yang bercita-cita menjadi pendidik, calon guru bahkan yang sudah menjadi guru sekalipun. Dan jika ingin benar-benar menjadi guru yang baik hendaknya kita mengetahui apa yang murid kita inginkan dalam proses dan kegiatan belajar-mengajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar